Sultraexpos|KENDARI – Pulau Bokori berubah menjadi pusat geliat ekonomi dan pariwisata saat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar rangkaian peringatan HUT ke-62 Sultra, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan yang dikemas dalam konsep terpadu ini tidak hanya menonjolkan hiburan, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor kuliner dan usaha mikro.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, membuka langsung agenda utama yang berfokus pada penguatan industri halal dan pemberdayaan pelaku UMKM. Salah satu program unggulan yang menyita perhatian adalah kompetisi memasak berbasis bahan lokal yang diikuti berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, pelajar, hingga praktisi kuliner.
Ajang tersebut menjadi ruang unjuk kreativitas sekaligus strategi memperkenalkan kekayaan pangan daerah. Penilaian dilakukan secara ketat, mencakup inovasi menu, kualitas rasa, hingga tampilan hidangan yang siap bersaing di pasar modern.
Kehadiran figur publik di dunia kuliner nasional sebagai juri turut memberi warna tersendiri. Selain memberikan penilaian, ia juga berbagi teknik memasak modern yang bisa diadaptasi oleh pelaku usaha lokal.
Tak hanya berfokus pada lomba, kegiatan ini juga diarahkan untuk mempercepat adopsi sistem pembayaran digital dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah di kawasan timur Indonesia. Kolaborasi lintas sektor terlihat jelas, terutama dalam upaya memperluas akses pasar bagi produk lokal.
Di sisi lain, perayaan ini juga diisi dengan kegiatan yang mengangkat aspek lingkungan dan gaya hidup sehat. Penanaman pohon di kawasan pesisir menjadi simbol komitmen menjaga keberlanjutan destinasi wisata, sementara aktivitas olahraga bersama menjadi ajakan untuk membangun pola hidup produktif.
Kemunculan atraksi olahraga air di perairan Bokori menambah daya tarik tersendiri. Pertunjukan tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa potensi wisata bahari Sultra masih sangat terbuka untuk dikembangkan secara profesional.
Melalui rangkaian kegiatan ini, pemerintah daerah tidak hanya merayakan hari jadi, tetapi juga menegaskan arah pembangunan yang berorientasi pada ekonomi kreatif, keberlanjutan lingkungan, dan penguatan identitas daerah sebagai destinasi wisata unggulan.










